Mengenal Sejarah Shuttlecock

Shuttlecock (atau kok) pertama kali muncul pada abad ke-16. Istilah ini berasal dari kata “shuttle” (berarti pergerakan bolak-balik) dan “cock” (mengacu pada bulu ayam jantan yang digunakan sebagai bola pada masa awal permainan).

Berikut adalah garis besar evolusi shuttlecock dari masa ke masa:

  • Abad ke-16: Permainan yang menyerupai bulu tangkis mulai populer di Inggris. Pada masa ini, bola yang digunakan terbuat dari bulu ayam jantan yang ditancapkan pada gabus.
  • Abad ke-19: Olahraga yang berevolusi dari permainan kuno India bernama “Poona” ini dibawa ke Inggris oleh tentara kerajaan. Seiring perkembangannya, bahan bulu ayam mulai diganti dengan bulu bebek atau angsa yang memiliki karakteristik terbang lebih ideal
  • Tahun 1870-an: Shuttlecock mulai diproduksi secara massal. Desain dasarnya distandarisasi menggunakan 16 helai bulu yang disematkan pada pangkal gabus berbentuk setengah bola.
  • Era Modern (Standar BWF): Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menetapkan aturan ketat. Shuttlecock profesional harus memiliki berat antara 4,75 gram hingga 5,5 gram, menggunakan 16 helai bulu sepanjang 62–70 mm, serta diameter pangkal 25–28 mm
  • Masa Kini: BWF telah memberikan izin penggunaan shuttlecock sintetis untuk turnamen tingkat tertentu. Inovasi bahan sintetis ini dirancang agar memiliki lintasan terbang dan daya tahan yang menyerupai bulu alami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *